{"id":1955,"date":"2018-12-10T07:26:36","date_gmt":"2018-12-10T00:26:36","guid":{"rendered":"http:\/\/ahtsana.web.id\/?p=1955"},"modified":"2018-12-10T07:26:36","modified_gmt":"2018-12-10T00:26:36","slug":"untuk-kamu-yang-nyaris-menyerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.ahtsana.id\/index.php\/2018\/12\/10\/untuk-kamu-yang-nyaris-menyerah\/","title":{"rendered":"Untuk Kamu yang Nyaris Menyerah"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"text-align:center\" class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\"><em>*Pernah dimuat di portal Kamantara.id, 2017.<\/em><\/p>\n\n\n\n<blockquote style=\"text-align:right\" class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>Aku tak bisa memaksamu melanjutkan hidup. Tapi sudikah kau duduk&nbsp;sebentar dan membaca tulisanku ini?<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"has-drop-cap wp-block-paragraph\">Hai,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size wp-block-paragraph\">Aku tahu, tidak ada satu kata pun yang bisa menghiburmu. Dan tidak ada satu orang pun yang&nbsp;sepenuhnya mengerti apa yang kaurasakan saat ini. Tidak, tidak ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hidupmu adalah milikmu seutuhnya. Sebesar hakmu untuk terus menjalaninya, sebesar itu pula hakmu untuk mengakhirinya. Namun, besarnya rasa pedih yang kaurasakan sekarang, sebesar itu pula pedih yang kurasakan ketika kau benar memutuskan untuk mengakhiri hidupmu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aku tahu suara-suara itu begitu nyaring, memaksamu menyerah. Tapi cobalah, dengan sisa-sisa kekuatanmu, cobalah kaudengarkan. Di tengah kelebat suara-suara itu, ada bisikan yang lemah, yang memintamu untuk bertahan. Suara yang lemah itu memohonmu untuk bertahan, dan&nbsp;bukan tanpa alasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kau memang tak berhutang hidup pada orang-orang itu. Orang-orang yang begitu nyaring menghakimimu. Namun, kau berhutang hidupmu pada suara itu. Suara dari masa yang lalu,&nbsp;yang terasa begitu jauh, namun tak pernah benar-benar pergi. Suara dari dirimu yang dulu, di&nbsp;masa kanak-kanakmu. Yang riang menyambut hujan, yang lugu mempertanyakan dunia. Yang begitu kuat menanggung beban melebihi besar tubuhnya. Yang begitu tangguh menjalani hidup, menemanimu hingga sedewasa ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengarkan suara itu. Biarkan ia datang mendekatimu. Biarkan ia menatapmu. Dan tatap matanya. Kaulihat tatapan itu? Ia pernah bertahan untukmu, menggenggam erat cahaya ketika&nbsp;gelap menyelubungimu. Bertahanlah untuknya. Untuk apa yang sudah ia perjuangkan untukmu&nbsp;selama ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Percayalah padanya karena ia yang paling tahu apa yang kaualami. Percayalah padanya saat ia&nbsp;bilang kau mampu, kau layak bertahan. Genggam tangannya dan biarkan ia menuntunmu ke&nbsp;arah cahaya, yang meski samar, meski redup, tapi ada di sana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"text-align:right\"><br>Peluk <g class=\"gr_ gr_4 gr-alert gr_spell gr_inline_cards gr_run_anim ContextualSpelling ins-del multiReplace\" id=\"4\" data-gr-id=\"4\">hangat<\/g>,<br>Yang <g class=\"gr_ gr_5 gr-alert gr_spell gr_inline_cards gr_run_anim ContextualSpelling\" id=\"5\" data-gr-id=\"5\">selalu<\/g> <g class=\"gr_ gr_6 gr-alert gr_spell gr_inline_cards gr_run_anim ContextualSpelling\" id=\"6\" data-gr-id=\"6\">mencintaimu<\/g>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:11px;text-align:left\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/photo\/you-are-enough-text-669988\/\">Photo by Bich Tran from Pexels<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>*Pernah dimuat di portal Kamantara.id, 2017. Aku tak bisa memaksamu melanjutkan hidup. Tapi sudikah kau duduk&nbsp;sebentar dan membaca tulisanku ini? Hai, Aku tahu, tidak ada satu kata pun yang bisa menghiburmu. Dan tidak ada satu orang pun yang&nbsp;sepenuhnya mengerti apa yang kaurasakan saat ini. Tidak, tidak ada. Hidupmu adalah milikmu seutuhnya. Sebesar hakmu untuk terus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1957,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[26,53],"class_list":["post-1955","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jurnal","tag-kamantara","tag-surat"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.ahtsana.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1955","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.ahtsana.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.ahtsana.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.ahtsana.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.ahtsana.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1955"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.ahtsana.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1955\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.ahtsana.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1955"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.ahtsana.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1955"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.ahtsana.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1955"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}